Panduan Lengkap Perawatan Kambing

Kambing adalah hewan ternak yang populer dan mudah dipelihara. Permintaan daging dan susu kambing terus meningkat, menjadikan beternak kambing sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Namun, keberhasilan beternak kambing sangat bergantung pada perawatan yang tepat. Panduan ini akan memberikan informasi lengkap tentang perawatan kambing, mulai dari pemilihan bibit hingga pencegahan penyakit.
1. Pemilihan Bibit Kambing Unggul
Langkah pertama dalam beternak kambing adalah memilih bibit yang unggul. Bibit unggul akan menghasilkan keturunan yang berkualitas dan produktif. Berikut adalah beberapa kriteria bibit kambing yang baik:
- Kesehatan: Pilih kambing yang sehat, aktif bergerak, dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit seperti batuk, pilek, atau diare. Perhatikan juga kondisi bulu, mata, dan hidung.
- Postur Tubuh: Pilih kambing dengan postur tubuh yang tegap dan proporsional. Kaki harus kuat dan lurus, tanpa cacat fisik.
- Jenis Kelamin: Untuk kambing betina, perhatikan ambing susu. Pilih yang ambingnya simetris dan putingnya lengkap. Untuk kambing jantan, perhatikan organ reproduksinya.
- Riwayat Keturunan: Jika memungkinkan, cari tahu riwayat keturunan kambing tersebut. Pilih bibit yang berasal dari indukan yang produktif.
- Usia: Pilih kambing yang usianya sesuai dengan tujuan beternak Anda. Untuk penggemukan, pilih kambing yang sudah mencapai usia dewasa. Untuk pembibitan, pilih kambing yang masih muda dan produktif.
- Jenis Kambing: Pilih jenis kambing yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan tujuan beternak Anda. Beberapa jenis kambing populer di Indonesia antara lain Kambing Boer, Kambing Kacang, Kambing Peranakan Etawa (PE), dan Kambing Saanen.
2. Kandang Kambing yang Ideal
Kandang yang baik akan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi kambing. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membangun kandang kambing:
- Lokasi: Pilih lokasi yang strategis, mudah diakses, dan jauh dari pemukiman penduduk (untuk menghindari keluhan bau).
- Ukuran: Ukuran kandang harus disesuaikan dengan jumlah kambing yang dipelihara. Idealnya, setiap kambing membutuhkan ruang sekitar 1-2 meter persegi.
- 通风: Kandang harus memiliki ventilasi yang baik untuk menjaga sirkulasi udara dan mencegah penumpukan amonia.
- Pencahayaan: Kandang harus mendapatkan cukup cahaya matahari untuk membunuh bakteri dan menjaga kesehatan kambing.
- Lantai: Lantai kandang sebaiknya dibuat dari bahan yang mudah dibersihkan dan tidak licin. Bisa menggunakan semen atau kayu.
- Atap: Atap kandang harus kuat dan tahan terhadap cuaca. Bisa menggunakan genteng, seng, atau bahan lainnya.
- Peralatan: Kandang harus dilengkapi dengan peralatan seperti tempat pakan, tempat minum, dan tempat garam atau mineral.
3. Pemberian Pakan yang Tepat
Pakan merupakan faktor penting dalam pertumbuhan dan produktivitas kambing. Pemberian pakan yang tepat akan memastikan kambing mendapatkan nutrisi yang cukup. Berikut adalah beberapa jenis pakan kambing dan cara pemberiannya:
- Hijauan: Hijauan merupakan pakan utama kambing. Berikan hijauan segar seperti rumput, daun lamtoro, daun gamal, atau daun leguminosa lainnya.
- Konsentrat: Konsentrat merupakan pakan tambahan yang mengandung protein, energi, dan mineral. Berikan konsentrat sesuai dengan kebutuhan kambing, terutama untuk kambing yang sedang bunting, menyusui, atau dalam masa pertumbuhan.
- Air: Kambing membutuhkan air bersih dan segar setiap hari. Pastikan ketersediaan air minum yang cukup, terutama pada saat cuaca panas.
- Mineral: Berikan mineral tambahan seperti garam jilat atau mineral blok untuk memenuhi kebutuhan mineral kambing.
Frekuensi pemberian pakan: Berikan pakan hijauan sebanyak 2-3 kali sehari. Konsentrat diberikan 1-2 kali sehari, tergantung kebutuhan.
Tips pemberian pakan: Hindari memberikan pakan yang sudah berjamur atau busuk. Berikan pakan yang segar dan bersih. Sesuaikan jumlah pakan dengan kebutuhan kambing.
4. Kesehatan dan Pencegahan Penyakit
Kesehatan kambing harus selalu dijaga agar tidak mudah terserang penyakit. Berikut adalah beberapa upaya pencegahan penyakit pada kambing:
- Vaksinasi: Lakukan vaksinasi secara berkala sesuai dengan rekomendasi dokter hewan. Vaksinasi dapat mencegah penyakit seperti PPR (Peste des Petits Ruminants), penyakit mulut dan kuku (PMK), dan penyakit antraks.
- Sanitasi Kandang: Jaga kebersihan kandang secara rutin. Bersihkan kotoran kambing setiap hari dan semprotkan disinfektan secara berkala.
- Isolasi: Jika ada kambing yang sakit, segera isolasi dari kambing yang sehat untuk mencegah penyebaran penyakit.
- Pemberian Obat Cacing: Berikan obat cacing secara berkala untuk mencegah infeksi cacing.
- Konsultasi Dokter Hewan: Konsultasikan dengan dokter hewan secara berkala untuk mendapatkan informasi tentang pencegahan dan pengobatan penyakit pada kambing.
Beberapa penyakit yang sering menyerang kambing: Scabies, Pneumonia (radang paru-paru), Diare, Orf (penyakit mulut menular), dan Kembung.
5. Manajemen Reproduksi
Manajemen reproduksi yang baik akan meningkatkan produktivitas kambing. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam manajemen reproduksi kambing:
- Deteksi Birahi: Kenali tanda-tanda birahi pada kambing betina. Tanda-tanda birahi antara lain: gelisah, sering mengembik, ekor dikibas-kibaskan, dan vulva membengkak dan berwarna merah.
- Perkawinan: Kawinkan kambing betina dengan kambing jantan yang berkualitas. Perkawinan dapat dilakukan secara alami atau dengan inseminasi buatan (IB).
- Kebuntingan: Perhatikan tanda-tanda kebuntingan pada kambing betina. Masa kebuntingan kambing sekitar 150 hari.
- Perawatan Kambing Bunting: Berikan pakan yang berkualitas dan cukup nutrisi untuk kambing yang sedang bunting. Hindari stres dan gangguan yang dapat menyebabkan keguguran.
- Kelahiran: Siapkan tempat melahirkan yang bersih dan nyaman. Bantu kambing saat melahirkan jika diperlukan.
- Perawatan Anak Kambing: Berikan kolostrum (susu pertama) kepada anak kambing segera setelah lahir. Kolostrum mengandung antibodi yang penting untuk kekebalan tubuh anak kambing.
6. Pemanenan dan Pasca Panen
Setelah kambing mencapai usia panen, Anda dapat menjualnya untuk mendapatkan keuntungan. Pemanenan dapat dilakukan dengan menjual kambing hidup atau menjual daging kambing. Jika Anda memproduksi susu kambing, lakukan pemanenan susu secara rutin.
Pasca Panen: Jaga kualitas daging atau susu kambing setelah dipanen. Daging kambing sebaiknya disimpan di lemari pendingin atau diolah menjadi produk olahan. Susu kambing sebaiknya dipasteurisasi sebelum dikonsumsi atau diolah menjadi produk olahan.
Dengan mengikuti panduan ini, Anda diharapkan dapat merawat kambing dengan baik dan mendapatkan hasil yang optimal. Selamat beternak!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar