Silase: Definisi, Manfaat, dan Proses Pembuatannya

Dalam dunia peternakan, ketersediaan pakan berkualitas sepanjang tahun adalah kunci keberhasilan. Fluktuasi ketersediaan hijauan pakan ternak, terutama pada musim kemarau, seringkali menjadi kendala utama. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan membuat silase. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang definisi silase, manfaatnya bagi peternakan, serta proses pembuatannya langkah demi langkah.

Apa Itu Silase?

Silase adalah hijauan pakan ternak yang diawetkan melalui proses fermentasi anaerobik (tanpa oksigen) dalam kondisi asam. Proses ini memanfaatkan bakteri asam laktat yang secara alami terdapat pada hijauan untuk mengubah karbohidrat larut air menjadi asam laktat. Asam laktat inilah yang kemudian menurunkan pH hijauan hingga mencapai tingkat yang stabil, sehingga menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk dan jamur yang merugikan. Dengan demikian, silase dapat disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama tanpa mengalami kerusakan yang signifikan.

Hijauan yang umum digunakan untuk membuat silase antara lain adalah:

  • Jagung (merupakan pilihan paling populer karena kandungan karbohidratnya yang tinggi)
  • Rumput (berbagai jenis rumput, seperti rumput gajah, rumput setaria, dan rumput benggala)
  • Leguminosa (tanaman kacang-kacangan, seperti lamtoro, gamal, dan kaliandra)
  • Sorghum
  • Oat
  • Bahkan, limbah pertanian seperti pucuk tebu dan kulit nanas (dengan perlakuan khusus)

Jenis-Jenis Silase Berdasarkan Bahan Baku:

Selain berdasarkan hijauan, silase juga bisa dibedakan berdasarkan bahan baku tambahan yang digunakan untuk meningkatkan kualitasnya:

  • Silase Murni: Hanya terdiri dari hijauan yang difermentasi tanpa tambahan bahan lain.
  • Silase dengan Aditif: Menggunakan bahan tambahan seperti molase, dedak, atau urea untuk meningkatkan kandungan nutrisi atau mempercepat proses fermentasi.

Manfaat Silase Bagi Peternakan

Pembuatan silase menawarkan berbagai manfaat signifikan bagi peternakan, antara lain:

  • Ketersediaan Pakan Sepanjang Tahun: Silase memungkinkan peternak untuk menyimpan hijauan pakan ternak pada saat musim panen atau ketersediaan melimpah, dan menggunakannya saat musim kemarau atau saat hijauan sulit ditemukan.
  • Mempertahankan Kualitas Nutrisi Hijauan: Proses fermentasi yang tepat dapat mempertahankan sebagian besar nutrisi yang terkandung dalam hijauan segar, seperti protein, serat, dan energi.
  • Meningkatkan Palatabilitas (Daya Terima) Pakan: Proses fermentasi menghasilkan aroma dan rasa yang disukai oleh ternak, sehingga meningkatkan konsumsi pakan.
  • Mengurangi Losses (Kehilangan) Nutrisi: Dibandingkan dengan metode pengawetan hijauan lainnya seperti pembuatan hay (pengeringan), pembuatan silase dapat meminimalkan kehilangan nutrisi akibat paparan sinar matahari dan hujan.
  • Fleksibilitas: Silase dapat dibuat dari berbagai jenis hijauan, termasuk limbah pertanian yang sebelumnya tidak termanfaatkan.
  • Efisiensi Tenaga Kerja: Pembuatan silase dalam skala besar dapat diotomatisasi, sehingga mengurangi kebutuhan tenaga kerja.

Proses Pembuatan Silase

Proses pembuatan silase melibatkan beberapa tahapan penting yang harus diperhatikan dengan seksama untuk menghasilkan silase berkualitas tinggi. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Persiapan Hijauan: Hijauan dipanen pada saat kandungan nutrisinya optimal (biasanya pada fase vegetatif atau awal generatif). Kemudian, hijauan dicacah atau dipotong-potong menjadi ukuran yang lebih kecil (sekitar 2-5 cm) untuk memudahkan pemadatan dan fermentasi.
  2. Penambahan Aditif (Opsional): Jika diperlukan, tambahkan aditif seperti molase (dengan dosis 3-5% dari berat hijauan), dedak, atau urea untuk meningkatkan kualitas silase. Molase berfungsi sebagai sumber karbohidrat tambahan untuk bakteri asam laktat, sementara urea dapat meningkatkan kandungan protein.
  3. Pemasukan dan Pemadatan: Hijauan yang sudah dicacah dimasukkan ke dalam silo (tempat penyimpanan silase). Silo dapat berupa:
    • Silo Parit: Lubang yang digali di tanah dan dilapisi dengan plastik.
    • Silo Menara: Struktur vertikal yang terbuat dari beton atau baja.
    • Silo Bal: Hijauan dibungkus dalam plastik kedap udara membentuk bal-bal besar. Ini cocok untuk skala kecil atau menengah.
    Pemadatan dilakukan secara intensif untuk mengeluarkan udara sebanyak mungkin. Udara yang tersisa dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri aerobik yang merusak silase. Gunakan alat berat seperti traktor atau wheel loader untuk pemadatan yang efektif.
  4. Penutupan Silo: Setelah silo terisi penuh dan dipadatkan dengan baik, segera tutup rapat dengan menggunakan lembaran plastik yang tebal dan kedap udara. Pastikan tidak ada celah yang memungkinkan udara masuk. Lapisi plastik dengan tanah atau ban bekas untuk memberikan tekanan dan mencegah kerusakan akibat angin atau hewan.
  5. Proses Fermentasi: Biarkan silase mengalami fermentasi selama minimal 3-4 minggu. Selama periode ini, bakteri asam laktat akan mengubah karbohidrat menjadi asam laktat, menurunkan pH, dan mengawetkan hijauan.
  6. Pembukaan dan Pemberian Pakan: Setelah proses fermentasi selesai, silase dapat dibuka dan diberikan kepada ternak. Ambil silase secara bertahap sesuai kebutuhan, dan segera tutup kembali silo setelah pengambilan untuk mencegah kerusakan.

Tips Penting dalam Pembuatan Silase:

  • Kadar Air Hijauan: Kadar air yang ideal adalah sekitar 60-70%. Terlalu kering akan menghambat fermentasi, sedangkan terlalu basah akan menyebabkan silase berbau busuk.
  • Kebersihan: Pastikan semua peralatan dan tempat penyimpanan bersih untuk mencegah kontaminasi mikroorganisme yang merugikan.
  • Pemadatan: Pemadatan yang baik adalah kunci keberhasilan pembuatan silase.
  • Penutupan: Penutupan yang rapat mencegah masuknya udara dan air yang dapat merusak silase.

Kesimpulan

Silase merupakan solusi yang efektif dan efisien untuk mengatasi masalah ketersediaan pakan ternak sepanjang tahun. Dengan memahami definisi, manfaat, dan proses pembuatannya, peternak dapat memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha peternakannya. Investasi dalam pembuatan silase adalah investasi jangka panjang yang akan memberikan keuntungan yang signifikan bagi peternakan.

Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *