Silase: Solusi Pakan Ternak Berkualitas di Musim Paceklik

Musim paceklik, atau musim kemarau panjang, menjadi momok bagi para peternak. Ketersediaan pakan hijauan yang menipis drastis dapat menyebabkan penurunan produktivitas ternak, bahkan kematian. Salah satu solusi yang efektif dan berkelanjutan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan membuat silase.

Apa itu Silase?

Silase adalah pakan hijauan yang diawetkan melalui proses fermentasi anaerobik (tanpa oksigen). Proses ini melibatkan bakteri asam laktat yang mengubah karbohidrat dalam hijauan menjadi asam laktat. Asam laktat ini menurunkan pH hijauan, sehingga menghambat pertumbuhan mikroorganisme pembusuk dan mencegah kerusakan pakan. Dengan demikian, hijauan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama tanpa kehilangan nilai gizinya.

Manfaat Silase untuk Pakan Ternak

Silase menawarkan sejumlah manfaat signifikan bagi peternak, terutama saat musim paceklik:

  • Ketersediaan Pakan Terjamin: Silase memastikan ketersediaan pakan hijauan berkualitas sepanjang tahun, termasuk saat musim kemarau ketika hijauan segar sulit didapatkan.
  • Mempertahankan Nilai Gizi: Proses fermentasi dalam pembuatan silase membantu mempertahankan sebagian besar nutrisi yang terkandung dalam hijauan segar, seperti protein, serat, vitamin, dan mineral.
  • Meningkatkan Palatabilitas: Silase memiliki aroma asam yang disukai oleh ternak, sehingga meningkatkan nafsu makan dan konsumsi pakan.
  • Mengurangi Limbah Pakan: Dibandingkan dengan penyimpanan hijauan kering yang seringkali menghasilkan banyak limbah, silase lebih efisien karena disimpan dalam kondisi kedap udara.
  • Meningkatkan Produktivitas Ternak: Dengan ketersediaan pakan berkualitas yang stabil, produktivitas ternak, seperti produksi susu, daging, dan telur, dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan.

Jenis Hijauan yang Cocok untuk Silase

Berbagai jenis hijauan dapat digunakan untuk membuat silase, antara lain:

  • Rumput: Rumput gajah, rumput benggala, rumput setaria, dan jenis rumput lainnya.
  • Leguminosa: Gamal, turi, kacang tanah, dan jenis leguminosa lainnya.
  • Tanaman Jagung: Seluruh bagian tanaman jagung (silase jagung)
  • Sorgum: Tanaman sorgum

Penting untuk memilih hijauan yang memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi untuk mendukung proses fermentasi yang baik.

Proses Pembuatan Silase

Secara umum, proses pembuatan silase meliputi langkah-langkah berikut:

  1. Panen Hijauan: Panen hijauan pada saat yang tepat, yaitu saat tanaman mencapai fase pertumbuhan yang optimal untuk kandungan nutrisinya.
  2. Pencacahan: Cacah hijauan menjadi ukuran yang lebih kecil (sekitar 2-5 cm) untuk memudahkan pemadatan dan fermentasi.
  3. Pemuatan dan Pemadatan: Masukkan hijauan yang telah dicacah ke dalam silo (tempat penyimpanan silase), seperti silo menara, silo parit, atau kantong plastik besar (silo bag). Lakukan pemadatan secara merata untuk mengeluarkan udara dan menciptakan kondisi anaerobik.
  4. Penutupan: Tutup silo dengan rapat menggunakan plastik atau bahan kedap udara lainnya untuk mencegah masuknya oksigen.
  5. Fermentasi: Biarkan proses fermentasi berlangsung selama beberapa minggu (biasanya 3-6 minggu). Selama periode ini, bakteri asam laktat akan bekerja mengubah karbohidrat menjadi asam laktat.
  6. Pembukaan dan Pemberian Pakan: Setelah proses fermentasi selesai, silase siap diberikan kepada ternak. Buka silo secara hati-hati dan berikan silase secara bertahap sesuai dengan kebutuhan ternak.

Tips Membuat Silase Berkualitas

Untuk menghasilkan silase berkualitas tinggi, perhatikan beberapa tips berikut:

  • Kebersihan: Jaga kebersihan peralatan dan tempat pembuatan silase untuk mencegah kontaminasi oleh mikroorganisme yang tidak diinginkan.
  • Pemadatan: Pastikan pemadatan dilakukan dengan baik untuk mengeluarkan udara sebanyak mungkin.
  • Penutupan: Tutup silo dengan rapat dan pastikan tidak ada kebocoran udara.
  • Penggunaan Inokulan: Pertimbangkan penggunaan inokulan silase, yaitu campuran bakteri asam laktat yang dapat mempercepat dan meningkatkan kualitas fermentasi.
  • Kadar Air: Perhatikan kadar air hijauan. Kadar air yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat mengganggu proses fermentasi. Idealnya, kadar air hijauan sekitar 60-70%.

Kesimpulan

Silase merupakan solusi pakan ternak yang efektif dan berkelanjutan, terutama saat musim paceklik. Dengan membuat silase, peternak dapat menjamin ketersediaan pakan hijauan berkualitas sepanjang tahun, meningkatkan produktivitas ternak, dan mengurangi risiko kerugian akibat kekurangan pakan. Investasi dalam pembuatan silase adalah investasi jangka panjang untuk keberlanjutan usaha peternakan Anda.

Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *